بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِبِسْمِ
Asslamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Salam Perjuangan...!!!
Salam Pergerakan...!!!
Salam sejahtera Sahabat Rakyat yang budiman dimanapun anda berada.
Kami segenap Pengurus dan Anggota Posko Perjuangan Rakyat Kabupaten Kolaka hari ini ingin memenuhi harapan, keinginan, dan cita - cita keadilan. Cita - cita keadilan yang masi terombang ambing diatas bahtera politik tanpa nurani. Politik oportunis yang selalu membudayakan kelas dan stratak sosial. Mereka mengubah para Pelayan Masyarakat menjadi tuhan - tuhan kecil dan kemudian meminta Rakyat terjajah untuk terus menyembah dan menyetorkan hasil keringat tiap saat. Cita - cita Kami bukanlah sesuatu yang mustahil. Disini, dibenak dan sanubari Kami benar - benar telah dipenuhi rasa emosi, empati bahkan frustasi terus menerus melihat penjajahan kekuasaan dibalik diskusi keadilan dan pemerintahanya. Hari ini, Kami ingin mengutarakan asal - usul kekuatan nurani yang lahir dan berjuang dibawah barisan Asmani Arif. Sebagai barisan perjuangan, nafas dan energi, telah sepenuhnya Kami wakafkan untuk memperjuangkan hak yang telah Negara gariskan untuk Rakyat dalam undang - undang. Niat dan cita - cita inilah yang membuat Kami meletupkan segenap kekuatan dibawah barisan Ibu Asmani Arif kawan - kawan. Ia telah merepresentasikan cita - cita keadilan yang telah lama Kami bangun. Ia benar - benar memiliki empati, kepedulian yang tinggi terhadap keadilan. Dihadapan Kami kala itu, Ia menunjukan seberapa berharganya Manusia ketika mempertahankan kebenaran. Masi terus terbayang dalam benak dan fikiran Kami. Ketika kata - kata tajamnya membunuh spesimisme Kami. Dengan lantang tanpa keraguan Ia utarakan.
"Saya bukan tuhan kecilmu kawan, ini bukan persoalan kekuasaan, ini persoalan dendam sejarah dan memutakhirkan politik seperti sediakala. sadrkah Kamu bahwa saat ini politik telah bergeser jauh dari singgasananya. Jangan buat Saya mundur dengan ketakutan pribadimu. Saya bukan sedang mengejar kekuasaan saat ini. Bersetan dengan Bupati dan embel - embel jabatan itu. Saya hanya ingin Segenap Rakyat Kolaka benar - benar membuka Mata bahwa Pemerintah bukanlah tuhan dalam Negara. Kedaulatan Rakyat yang telah di gariskan konstitusi adalah - tanda abadi bahwa Raja di Negeri ini adalah Kita para Rakyat. Saya bahkan rela melalang buana dengan teriakan demonstrasi jika keadilan dan permainan kebenaran terus di buat dan di tebar. Sebab menurutku, Politik itu bukan kebohongan, dia hanya alat untuk mendistribusikan keadlian tanpa memandang sekat dan stratak sosial".
Itulah ayat Asmani Arif yang telah membunuh Iblis ketakutan dan keputus asaan Kami ketika itu. Dari sana kesadaran tentang politik terjawab. Dari sana keyakinan Kami terhadap kemenangan terjawab. Kemenangan bukan hanya dirasakan oleh Orang yang bertarung saja, namun kemenangan harus turut di rasakan oleh Segenap Rakyat khususnya kolaka. Di titik itulah reaksi yang mungkin membuat sebahagiaan orang melihat sikap dan perilaku POSPERA sedikit dramatis. Ketika harus menggalang dana sendiri untuk memnciptakan kebutuhan politik, ketika bekerja tanpa "suapan" dana dari kandidat. Tanpa honor dari Ketua Tim Pemenangan. Jangan heran saudaraku seiman. Ini emua hanyalah klimaks dari kesadaran politik Kami, bahwa politik bukanlah bisnis dan alat mencari nafkah. Politik sejatinya adalah perjuangan gagasan dan ideologis. Disana Kami sisipkan mimpi - mimpi perubahan jangka panjang. Bukan mimpi perubahan alakadar, namun perubahan yang kelak akan dikenang, dekenal dan di abadikan dalam Sejarah politik, bahwa Kolaka memiliki Bupati yang di menangkan Oleh Rakyat yang solid, sadar dan bijak. Ketika niat luhur ini tercapai, tentu anak dan cucu akan menjadikanya sebagai bingkisan sejarah. Sejarah haurus mengenang bahwa nurani masi bisa mengalahkan materi. Nurani masih bisa menumbangkan kekuasaan dan kesewenang wenangan. Mereka akan terus menerus belajar untuk tidak saling menindas. Mereka akan terus menerus belajar bahwa kekuatan ada pada Rakyat yang sadar di tiap perjuangan.
Hari ini, agen perubahan Kami titip di pundak Asmani Arif. Barisan ini akan selalu konsisten mengawal kemenagan jangka panjang, sampai kelak Kabupaten Kolaka akan di banjiri Oleh Asmani - Asmani yang bertebaran dimana mana.
Salam Perjuangan...!!!
Salam Pergerakan...!!!
Untukmu Masyarakat Kolaka..
Jangan tanam masadepan anak dan cucu Kita dilumpur politik tanpa gagasan.
Jangan titp masadepan Kolaka di pundak Mereka yang tak punya keberanian bicara tentang keadlian.
Sebab, ini bukan soal momentum tiap 5 tahun sahaja. Jika Kita tidak beri'tikad mengubah dan menghentikan cara - cara politik "busuk" ini, sampai kapan keadilan hanya akan menjadi jualan kekuasaan demi kepentingan pribadi.
Hormat Kami,
Pospera Kolaka.

Comments
Post a Comment